Curhat Bos Starbucks Tokonya Kena Boikot Hingga Vandalisme

Jakarta, CNBC Indonesia – Starbucks mengatakan para pengunjuk rasa yang merusak toko-tokonya karena perang Israel-Hamas salah kaprah.

Dalam surat tahunan perusahaan kepada para pekerja, Kepala eksekutif Starbucks Laxman Narasimhan membahas kontroversi seputar toko kopi tersebut sejak perang pecah pada bulan Oktober. Ia mencoba memisahkan perusahaan dari kontroversi yang disebabkan komentar-komentar yang dianggap pro-Palestina oleh serikat pekerja.

“Banyak toko kami yang mengalami insiden vandalisme. Kami melihat para pengunjuk rasa dipengaruhi oleh representasi keliru di media sosial tentang apa yang kami perjuangkan. Kami telah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan mitra dan pelanggan kami aman,” kata Narasimhan dalam suratnya, dikutip dari Wall Street Journal, Kamis, (21/12/2023).

Dampak dari konflik Israel-Hamas terus mempengaruhi kehidupan banyak orang Amerika. Banyak pimpinan perusahaan yang menahan diri untuk tidak memberikan pernyataan publik mengenai konflik tersebut mengingat sejarah rumit antara Israel dan Palestina, dan kekhawatiran bahwa pernyataan yang salah dapat menimbulkan kebencian.

Setelah perang meletus pada awal Oktober, Persatuan Pekerja Starbucks dan afiliasi lokal dari serikat pekerja yang mengorganisir beberapa jaringan toko di AS menyatakan dukungannya terhadap warga Palestina melalui postingan media sosial online. Postingan tersebut, yang kini banyak dihapus, memicu seruan dari beberapa pemimpin Yahudi untuk memboikot Starbucks secara keseluruhan.

Starbucks sejak itu berusaha untuk memperjelas posisinya, dengan mengatakan bahwa mereka tidak setuju dengan pandangan yang diungkapkan oleh serikat pekerja dan bahwa mereka mengutuk tindakan terorisme dan kekerasan.

Mereka juga menggugat serikat pekerja pada bulan Oktober, dengan tuduhan pelanggaran merek dagang dan menuntut serikat pekerja berhenti menggunakan nama dan logo mereka. Starbucks menyebut asosiasi dengan serikat pekerja telah merusak reputasinya dan membahayakan para pekerja.

Starbucks Workers United membalas dengan mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mencemarkan nama baik serikat pekerja. Serikat pekerja Starbucks Workers United mewakili sekitar 370 dari 9.650 toko Starbucks pada awal bulan ini.

Pada saat yang sama, pandangan dan balasan kepada serikat pekerja oleh banyak masyarakat negara muslim dianggap sebagai bentuk ideologi pro-Israel dan tidak mendukung perjuangan Palestina. Di sejumlah negara mayoritas muslim, boikot akan produk ini banyak dikumandangkan.

Atas polemik tersebut, saham Starbucks telah jatuh lebih dari 6% dalam sebulan terakhir.

Narasimhan, CEO perusahaan sejak bulan Maret, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia prihatin dengan keadaan dunia dan konflik yang terkait dengannya.

“Ini telah melancarkan kekerasan terhadap orang-orang yang tidak bersalah, ujaran kebencian dan senjata, serta kebohongan-yang semuanya kami kutuk,” kata Narasimhan. https://zorozuno.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*